Kamis, 13 Oktober 2016

Varises Pasca Persalinan




Setelah melahirkan anak pertama, kaki dan tangan ibu sering terasa sakit seperti pegal-pegal, apalagi jika terlalu capai atau mondar-mandir naik turun tangga. Lama-kelamaan jika diperhatikan banyak saluran darah yang menonjol keluar dari tangan dan kaki terutama di telapaknya. Apakah ini tanda varises?

Setelah melahirkan, untuk kembali ke keadaan sebelum hamil diperlukan waktu kurang lebih enam pekan lamanya. Tak heran jika seorang ibu yang usai melahirkan mengeluhkan sakit atau pegal-pegal di sekujur tubuh. Istirahat yang cukup adalah cara terbaik agar keadaan ibu lebih cepat pulih. Jadi bantuan tenaga dari orang-orang terdekat (suami dan keluarga) akan sangat membantu ibu.

Mengenai benjolan pembuluh darah yang menonjol pada daerah tangan dan kaki atau bagian tubuh lainnya yang berkelok-kelok dan katup yang terdapat dalam vena tidak lagi berfungsi, itulah definisi varises. Namun, apabila pembuluh darah hanya melebar saja disebut venektasi.

Penyebab varises secara langsung belum dapat diketahui, tetapi di antara beberapa faktor risiko terkena varises, kehamilan dan persalinan merupakan faktor yang bisa dikatakan pertama, karena tekanan dalam perut yang meninggi atau tekanan langsung pada vena di panggul akan mengakibatkan gangguan aliran darah ke tungkai. Tekanan darah meninggi, volume darah bertambah sehingga pembuluh darah melebar, namun sebagian besar akan mengecil setelah proses melahirkan.

Varises kaki memang berhubungan erat dengan kelemahan-kelemahan struktural tonus otot pembuluh balik (vena). Pada dasarnya, vena tidaklah mempunyai cukup kekuatan untuk mendorong darah kembali ke peredaran. Jika dilihat dari perjalanannya, darah keluar dari jantung melalui nadi, dengan kekuatan 15 galon/menit, dengan bantuan gaya gravitasi dan kemampuan jantung memompa darah. Akan tetapi, perjalanannya kembali melalui vena lebih berat karena arah alirannya ke atas, yaitu dari tungkai ke jantung. Jika pada pembuluh darah lain pengembalian darah dibantu oleh otot polos yang terkontraksi, pada vena tidaklah demikian. Untuk membantu darah bergerak ke atas, vena dilengkapi dengan katup yang searah. Katup itu terbuka guna membiarkan darah mengalir, kemudian katup menutup setelah darah melaluinya.

Akan tetapi, jika tonus otot di sekitar pembuluh darah vena tidak berfungsi sebagai pompa pengembalian darah dari jaringan tubuh ke bilik jantung kanan disebabkan kekuatannya kurang maka akan mengakibatkan aliran darah berhenti dan darah cenderung terkumpul di dasar vena, sehingga vena melebar dan membentuk tonjolan berkelok-kelok dan berwarna kebiru-biruan. Inilah yang disebut sebagai varises.

Tujuan perawatan pada varises adalah untuk menghilangkan akibat dari katup yang tidak berfungsi. Ada macam-macam perawatan untuk varises, disesuaikan dengan tingkatan varises itu sendiri. Misalkan dengan pemakaian balutan plastik dari ujung kaki sampai paha bertujuan untuk memberikan tekanan yang rata pada seluruh tungkai dan untuk membantu aliran darah vena. Ini dipakai untuk penderita varises yang tidak parah seperti yang terjadi pada anda.


SEMOGA BERMANFAAT!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar